Senin, 05 Juni 2017

Hati Yang Lapang Akan Berbuah Manis

Anisa Putri adalah seorang anak yang berumur 4 tahun dan bertempat tinggal di Desa Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Anak ini sungguh malang, sejak kecil ia sudah didiagnosa oleh dokter menderita penyakit paru-paru. Anisa tinggal dengan keluarga yang kurang mampu. Ia tinggal bersama ibu, kakek dan neneknya. Sedangkan ayahnya telah pergi meninggalkan mereka tanpa memberikan nafkah.
Ibunya yang bernama Sriati memiliki keterbatasan fisik sehingga ia tidak mempunyai pekerjaan yang menyebabkan kehidupan mereka semakin terpuruk sampai akhirnya menggantungkan hidupnya pada kakek Anisa yang bekerja sebagai tukang becak dan buruh serabutan.
Penghasilan kakek Anisa juga tidak seberapa dan tidak menentu. Untuk makan sehari- hari saja masih susah, dengan serba kekurangan mereka. Terkadang mereka sekali memasak untuk digunakan makan dalam beberapa hari. Nenek Anisa juga menderita stroke. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terbilang sulit, apalagi untuk berobat.
Sampai pada akhirnya ada seorang donatur yang mengajukan kepada pihak LMI agar pihak LMI Kota Kediri dapat membantu pengobatan Anisa untuk lebih intensif dari sebelumnya.
Pada awalnya Anisa hanya mampu  berobat di Puskesmas terdekat karena tidak mempunyai cukup biaya untuk berobat yang lebih layak di rumah sakit. Kondisinya sungguh memperihatinkan ,nafasnya tidak beraturan, tubuhnya semakin lemah dan kecil, kondisinya pun semakin memburuk. Hal tersebut membuat Anisa akhirnya harus dirawat di RS Bhayangkara Kota Kediri dan menghabiskan banyak biaya karena pada saat itu belum terdaftar sebagai peserta BPJS.
Awalnya biaya tersebut ditanggung sendiri tetapi mereka sangat keberatan dengan biaya yang cukup banyak bagi mereka, lalu Anisa  terdaftar sebagai peserta layanan BPJS yang cukup meringankan biaya pengobatan Anisa. Biaya rumah sakit Anisa sebelum terdaftar sebagai peserta layanan BPJS akhirnya dapat terbayar dengan bantuan dana yang dihimpun dan disalurkan pihak LMI.
LMI juga berterima kasih sekali karena pihak humas RS Bhayangkara Kota Kediri yang memperbolehkan pembayaran dengan mengangsur. Karena memang biayanya sungguh besar, sekitar Rp.17-juta rupiah. Anisa kemudian  dirujuk di RS Dr Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan yang lebih serius dengan mempertimbangkan kembali diperlukannya tindakan operasi atau tidak.
Dalam masa berobat tersebut pihak LMI Kota Kediri juga memberikan dana untuk transportasi ibu Anisa  dari Kediri ke Surabaya dan untuk kebutuhan sehari-harinya seperti makan minum dan lainnya. Kakek, nenek, dan ibu Anisa yang ada di rumah juga diberi bantuan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Alhamdulillah dengan serangkaian pengobatan tersebut, keadaan Anisa saat ini semakin membaik. Nafasnya yang dulunya tidak beraturan kini semakin membaik. Tubuhnya yang dulunya kecil sekali kini terlihat lebih berisi. Terakhir kali saat pihak LMI Kota Kediri mengunjungi kakek neneknya, dimana terlihat adanya tabung LPG untuk mereka jual. Dan sepertinya kakek Anisa sedang memulai usaha berdagang gas LPG dan hal tersebut menunjukkan adanya perubahan sedikit demi sedikit pada kehidupan mereka

Tidak ada komentar:

Entri Yang Diunggulkan

Semangat Puasa

Terdengar suara lembut yang sangat akrab di telingaku. “Ruqayyah, sahur nak…!” Panggil umi dari ruang makan. “Iya, umi…” Aku berj...