Anisa Putri
adalah seorang anak yang berumur 4 tahun dan bertempat tinggal di Desa Tanjung
Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Anak ini
sungguh malang, sejak kecil ia sudah
didiagnosa oleh dokter menderita penyakit paru-paru. Anisa
tinggal dengan keluarga yang kurang mampu. Ia
tinggal bersama ibu, kakek dan neneknya. Sedangkan
ayahnya telah pergi meninggalkan mereka tanpa memberikan nafkah.
Ibunya yang bernama Sriati memiliki keterbatasan fisik sehingga ia
tidak mempunyai pekerjaan yang menyebabkan
kehidupan mereka semakin terpuruk sampai akhirnya menggantungkan hidupnya pada
kakek Anisa yang bekerja sebagai tukang becak dan buruh serabutan.
Penghasilan kakek Anisa juga tidak seberapa dan tidak menentu. Untuk
makan sehari- hari saja masih susah,
dengan serba kekurangan mereka. Terkadang mereka sekali memasak untuk digunakan makan dalam beberapa hari. Nenek Anisa juga menderita stroke. Untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari terbilang sulit, apalagi untuk berobat.
Sampai pada akhirnya ada seorang donatur
yang mengajukan kepada pihak LMI agar pihak LMI Kota Kediri dapat membantu pengobatan Anisa untuk lebih intensif dari
sebelumnya.
Pada awalnya Anisa hanya mampu berobat di Puskesmas terdekat karena tidak mempunyai cukup biaya untuk
berobat yang lebih layak di rumah sakit. Kondisinya
sungguh memperihatinkan ,nafasnya tidak
beraturan, tubuhnya semakin lemah dan kecil,
kondisinya pun semakin memburuk. Hal tersebut membuat Anisa akhirnya harus dirawat di RS Bhayangkara
Kota Kediri dan menghabiskan banyak biaya karena pada saat itu belum terdaftar
sebagai peserta BPJS.
Awalnya biaya tersebut ditanggung sendiri tetapi mereka sangat
keberatan dengan biaya yang cukup banyak bagi mereka, lalu Anisa terdaftar sebagai peserta
layanan BPJS yang cukup
meringankan biaya pengobatan Anisa. Biaya rumah sakit Anisa sebelum terdaftar sebagai peserta layanan
BPJS akhirnya dapat terbayar dengan bantuan dana yang dihimpun dan disalurkan
pihak LMI.
LMI juga berterima kasih sekali karena pihak humas RS Bhayangkara
Kota Kediri yang memperbolehkan pembayaran dengan mengangsur. Karena memang
biayanya sungguh besar, sekitar Rp.17-juta rupiah. Anisa kemudian dirujuk di RS Dr Soetomo Surabaya untuk
menjalani perawatan yang lebih serius dengan mempertimbangkan kembali diperlukannya
tindakan operasi atau tidak.
Dalam masa berobat tersebut pihak LMI Kota Kediri juga memberikan
dana untuk transportasi
ibu Anisa dari Kediri ke Surabaya dan untuk kebutuhan sehari-harinya seperti makan minum dan
lainnya. Kakek, nenek, dan ibu Anisa yang ada di rumah juga diberi bantuan dana
untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Alhamdulillah dengan serangkaian pengobatan tersebut, keadaan Anisa
saat ini semakin membaik. Nafasnya yang dulunya tidak beraturan kini semakin
membaik. Tubuhnya yang dulunya kecil sekali kini terlihat lebih berisi.
Terakhir kali saat pihak LMI Kota Kediri mengunjungi kakek neneknya, dimana terlihat
adanya tabung LPG untuk mereka jual. Dan sepertinya
kakek Anisa sedang memulai usaha berdagang gas LPG dan hal tersebut menunjukkan
adanya perubahan sedikit demi sedikit pada kehidupan mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar