“Yah,
mungkin mungkin semua ini kesalahanku” desah Niya di suatu siang yang teramat
panas, sambil mengunci layar teleponnya dan kemudian membukanya kembali sampai
berkali-kali hanya untuk memastikan bahwa apa yang yang dilihatnya hanyalah
sekedar salah baca. “ya tuhan, rasanya jantungku berhenti berdetak, napasku
sesak” lirihnya dalam hati. Niya coba bertanya pada temannya “kawan-kawan
ternyata sudah menikah pak rohman?”“lihatlah smsnya” kata niya. Tertulis jelas di sana “assalamu’alaikum a, how are you?” bunyi pesan yang dikirim niya dan “wa'alaikumsalam, im keeping my wife in hospital”.
Niya merasa seakan-akan dunia tak lagi
berpihak padanya. Selama ini dia selalu merasa diistimewakan dengan segenap
perhatian, nasehat dan juga waktu luang yang selalu diterimanya walaupun hanya
untuk melepas kerinduan disamping tujuan untuk memperdalam pengetahuan bahasa
inggrisnya. Tapi dia benar-benar tidak pernah berpikir bahwa ternyata guru yand
disukainya sudah berkeluarga karena sepengetahuannya guru tersebut belum
menikah.
“mungkin aku salah dalam mengartikan
sikapnya selama ini, padahal aku pernah mengatakan pada linha bahwa bgaimana
jika suatu saat aku mendenagar kabar pernikahannya, maka sungguh aku tak kan
sanggup” Niya tak henti-hentinya bicara pada dirinya sendiri untuk melampiaskan
segala keresahan dalam hatinya.
Waktu berlalu terasa begitu lama
tak seperti biasanya, dedaunan yang berjatuhan pun terasa butuh waktu lama
untuk sampai ke permukaan tanah. Masih teringat jelas di pelupuk matanya senyuman
yang selama ini selalu menjadi harapan dan tujuan dari setiap kerja kerasnya
dalam belajar hanya untuk membuatnya kagum dan bangga.
“berarti setiap pujian yang selam
ini disampaikan hanya merupakan penyemangat dari seorang guru dan murid?” Niya
masih saja bergumam dengan perasaannya sendiri. “yah, it’s time for move on”.
Dia tetap berusaha untuk menerima kenyataan itu meskipun rasanya telah runtuh
segala harapan yang telah dia bangun, tapi dia tetap berusaha menghidupkan
semangat baru dari dalam dirinya karena masa depan yang suskses masih menguasai
fikirannya ‘i sure, if i will get the succes for my future and that’s depend of
me not other”. Ungkapan terakhirnya dan dia mulai tersenyum kembali meskipun
terkadang masih saja bayangan itu datang tapi dia percaya seiring berjalannya
waktu semuanya akan kembali seperti semula.
Cerpen Karangan: Samiatul Ahyani
Facebook: Samiatul Ahyani
hidup itu penuh dengan cerita tapi tergantung bagaimana kita mengolahnya menjadi puing-puing kesuksesan dimasa depan.
Facebook: Samiatul Ahyani
hidup itu penuh dengan cerita tapi tergantung bagaimana kita mengolahnya menjadi puing-puing kesuksesan dimasa depan.
http://cerpenmu.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar